Juru Bicara Presiden Duterte yang Kontroversial ini Mengundurkan Diri Karena Stres

Foto Harry Rogue bersama Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Philstar)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal cukup kontroversi di mata beberapa pihak di negaranya. Hal yang menjadi sorotan selama ini menyangkut penanganan peredaran obat-obat terlarang, yang kini sudah cukup banyak makan korban terbunuh. 
 
Di dunia internasional, selama ini Duterte juga dikenal kerap melontarkan komentar kontroversial, mulai dari mencaci Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga para pemimpin dunia.
 
Khabar terbaru seperti dilansir cnnindonesia,  Harry Roque, juru bicara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengundurkan diri karena stres selama menjalani tugas.

"Sejujurnya, sejak saya menjadi juru bicara, saya diabetes, sangat stres, kadar gula saya tidak normal," ujar Roque kepada Inquirer. "Jadi saya mengatakan kepada presiden, karena masalah kesehatan, saya tidak bisa bekerja lagi."

Alasan ini baru terungkap berselang tiga hari setelah Roque mengajukan surat pengunduran dirinya pada Senin (15/10).

Di hari yang sama, Roque mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri menjadi anggota parlemen mewakili daerah Luntiang dalam pemiihan umum 2019 mendatang. Namun, dua hari kemudian, ia datang ke Komisi Pemilu di Manila untuk mencalonkan diri sebagai senator, bukan perwakilan partai.

Roque tak menjabarkan lebih lanjut mengenai stres yang ia alami. Namun, Duterte sebelumnya menganggap Roque sangat cocok mengisi posisi juru bicara.

"Untuk memberikan pesan dengan jelas, menurut saya, Harry sangat cocok karena kami berdua bermulut nakal," ucapnya sebelum melantik Roque pada 2017 lalu.





Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates