Begini Olahraga Lari yang Bisa Menghindarkan dari Risiko Kesehatan




Olahraga lari baik dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan. Begitulah banyak orang memahaminya. Namun, ternyata pendapat itu belum tentu benar. Mengapa? Karena tak jarang orang ingin mengejar hasil instan, banyak yang terjebak dengan berolahraga secara berlebihan. Misalnya olahraga lari, dengan terlalu berlebihan melakukannya justru bisa memicu masalah kesehatan.

Bagi Anda yang mempunyai hobi olahraga lari perlu tahu, berbagai risiko kesehatan bisa saja muncul jika Anda terlalu berlebihan dalam melakukan olahraga satu ini. Bisa disebutkan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 


  • Cedera lutut. Risiko ini bisa terjadi jika lari dilakukan dengan cara tidak benar, misalnya salah saat pelatihan, mempercepat frekuensi tekanan saat berlari secara mendadak atau tidak melakukan pemanasan yang memadai. Bisa juga terjadi jika menempuh jarak yang cukup jauh dan waktu yang lama, misalnya lebih dari 30 menit.
  • Serangan jantung mendadak. Tak jarang ditemukan kasus seorang pelari meninggal secara mendadak dalam suatu ajang lomba lari marathon. Hal ini diduga penyebabnya karena terjadi henti jantung atau cardiac arrest. Selain itu, kematian mendadak seorang pelari ditengarai dipicu karena melakukan olahraga ini dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama.
  • Sulit hamil. Penting diketahui kaum perempuan, olahraga ini memang bisa membantu kesuburan hormon wanita, namun jika dilakukan secara berlebihan yang terjadi justru bisa sebaliknya. Oleh karenanya, wanita dengan berat badan cenderung normal, dianjurkan hanya melakukan olahraga secukupnya 30 menit per hari seperti berjalan kaki atau olahraga ringan lainnya.
  • Heat stroke. Bisa terjadi karena melakukan lari dengan jarak cukup jauh, dalam waktu yang lama dan di bawah cuaca terik matahari, sehingga tubuh akan mengeluarkan banyak cairan melalui keringat.

Lalu bagaimana olahraga lari yang benar?

Lari sebagai olahraga rakyat kebanyakan, merupakan olahraga atau latihan fisik yang tujuannya memacu denyut jantung menjadi lebih cepat dan merangsang kecepatan pernapasan. Sudah sejak lama orang memahami jika olahraga lari mempunyai banyak manfaat, bukan hanya untuk kesehatan fisik, namun juga baik untuk kesehatan mental dan emosi.

Namun untuk mendapatkan manfaat itu, tentu tidak bisa melakukannya dengan cara sembarangan, ada aturan yang perlu diperhatikan. Apalagi bagi Anda yang jarang, tidak rutin atau sudah lama tidak melakukan olahraga, perlu mempersiapkan diri dengan baik agar terhindar dari risiko kesehatan seperti disebutkan di atas.

Berikut setidaknya 5 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan olahraga lari agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan.

1. Pilih sepatu yang aman dan nyaman

Sepatu bisa jadi hal utama dalam olahraga lari, karena jenis olahraga ini sepenuhnya mengandalkan kaki untuk pergerakan tubuh. Sepatu berperan penting untuk membuat kaki Anda dalam kondisi aman dan nyaman selama lari. Oleh karena itu, Anda perlu memilih sepatu olahraga yang cocok untuk lari sehingga bisa memenuhi tuntutan tersebut. 



Nah, tidak salah jika pilihan Anda jatuh pada Asics Gel Kayano 24, yaitu sepatu yang dapat memberikan Anda rasa aman dan nyaman saat berolahraga. Sepatu ini dirancang menggunakan bahan mesh, menjadikan sirkulasi udara dalam sepatu lancar sehingga tidak lembab dan bau. Bagian bawah sepatu juga cukup responsif, membuat olahraga Anda nyaman dan terasa ringan saat berlari.

Jangan lupa, pilih yang mempunyai ukuran pas dengan kaki Anda agar terhindar dari lecet dan rasa sakit atau terjatuh saat berlari.

2. Melakukan pemanasan

Tanpa melakukan pemanasan sebelum berlari bisa memicu terjadinya cedera otot. Wajar saja ini terjadi karena otot-otot yang masih kaku dipaksa melakukan pekerjaan berat. Oleh karenanya, lakukan pemanasan sebelum berlari untuk melemaskan otot, misalnya dengan berjalan kaki atau melakukan berbagai gerakan tubuh.

3. Memenuhi kebutuhan nutrisi

Energi sangat dibutuhkan untuk berlari, untuk itu pastikan Anda sudah makan, paling tidak satu jam sebelum berlari. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, Anda bisa memilih menu seperti roti lapis isi daging ayam dan sayuran, segelas susu dan telur, atau yogurt dengan toping buah dan kacang-kacangan.

Hindari olahraga lari dalam keadaan perut kosong, karena akan membuat kadar gula darah turun sehingga tubuh Anda tidak memiliki energi. Akibatnya, Anda bisa pusing, kelelahan, dan lemas.

4. Atur waktu untuk istirahat

Hindari lari terus-menerus tanpa jeda waktu istirahat. Istirahat saat olahraga lari sangat diperlukan, selain untuk memulihkan tubuh yang kelelahan, juga untuk mencegah cedera. Berlari dalam waktu yang lama dapat menyebabkan cedera hamstring, yaitu cedera yang membuat betis terasa sakit, hingga bisa membuat Anda tidak bisa berdiri.

5. Pilih waktu pagi atau sore hari 

 
Pagi hari adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk olahraga lari, karena sinar matahari pagi disamping belum begitu menyengat juga bisa membantu pembentukan vitamin D. Selain pagi hari, olahraga lari bisa juga dilakukan pada sore hari.

Tidak dianjurkan olahraga lari pada siang hari, karena sinar matahari di waktu ini cukup panas, bisa membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan akibat terlalu banyak mengeluarkan keringat.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan olahraga lari. Tentu banyak orang setuju jika olahraga lari itu gampang, murah dan menyenangkan. Meski demikian, jangan lupa perhatikan hal-hal di atas agar olahraga Anda tidak membawa petaka karena cedera atau gangguan kesehatan lainnya akibat tidak mempersiapkan diri.




Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates